artikel EDISI 3
Minggu, 16 Desember 2012
SURGA DI TELAPAK KAKI IBU Ketika seorang anak terlahir dia dalam keadaan tidak berdaya, dia hanya bisa menangis dan menangis. dengan sifat rahman dan rahimnya Allah menancapkan rasa cinta yang begitu besar pada seorang ibu yang telah merawatnya selama 9 bulan dalam kandungan, tidak bisa dibayangkan betapa menderitanya seorang anak andaikata Allah tidak menganugrahkan rasa cinta dalam diri seorang ibu kepada anaknya. Ibu adalah sosok yang tak bisa diukur pengorbanannya demi tumbuh dan berkembangnya kita dengan baik hingga menjadi orang yang bisa menghadapi hidup. Mulai semenjak kita ada dalam kandungan ibu selalu menuruti apa yang kita mau, selama 9 bulan seorang ibu tidak bisa tidur enak kadang makan juga tidak enak, tapi semua itu dilalui oleh seorang ibu dengan sabar yang penting anaknya bisa selamat. saat detik-detik keluarnya seorang bayi dari rahim seorang ibu perjuangan dari seorang ibu tidak tanggung-tanggung, yakni antara hidup dan mati, subhanallah... Setelah kita terlahir, kita sering buang air kecil di atas pangkuan ibu, kita BAB ketika sedang digendong,,tapi apa kata seorang ibu ketika bayinya kencing di pangkuannya..”waduuuh anak pinter” begitu lembut dan halusnya hati seorang ibu kepada kita. Karena perjuangan dan pengorbanan inilah kemudian Allah menempatkan surga di telapak kaki ibu, sebagaimana dalam hadits : yang artinya “Sesungguhnya Surga ada di telapak khaki Ibu”. Dengan cara apa kita bisa memasuki pintu surga..? dengan cara menghormat kepada kedua orang tua khususnya ibu, taat dan ta’dim kepadanya selama perintahnya adalah perintah yang tidak bertentang dengan syariat. buatlah hati seorang ibu ridha kepada kita dengan cara mengerjakan apa yang dia senangi, sebagai pelajar buatlah ibu kita bangga dengan prestasi-prestasi yang kita torehkan baik secara akademis maupun non akademis. Orang tua mana yang tak akan bangga dan bahagia jika melihat anakanya mempunyai akhlakul karimah dan berprestasi, sebaliknya orang tua mana yang tak akan susah dan kecewa jika melihat anaknya selalu membuat masalah dan tidak pernah menoreh prestasi. Hal pentng lagi yang harus kita ketahui dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah menjelaskan yang artinya “Janganlah kamu mengatakan perkataan sekalipun hanya kata Uf...dan berberkata-katalah dengan perkataan yang baik” ayat ini menjelaskan pada kita tata cara kita menghadapi Orang tua kita, jangankan melawan / menentang perintahnya mengatakan ah / uf saja dilarang. Dalam sebuah hadits nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya “ Rida Allah tergantung pada ridhanya orang tua, dan Bencinya Allah tergantung pada bencinya kedua orang tua” dari hadits ini bisa disimpulakan bahwa kebahagiaan dunia dapat kita raih dengan meraih ridho orang tua begitu juga kebahagiaan kita kelak di akhirat berupa surga dapat kita rasakan dengan mencari ridhonya orang tua. Dari beberapa keterangan di atas kita ambil benang merah bahwasanya kita sebagai umat islam yang yakin dan percaya akan penjelasan al-Qur’an dan al hadits, untuk mengamalkan dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari, salah satunya untuk mencari ridho orang tua. semoga kita menjadi orang yang selalu mendapat ridho kedua orang tua, Amien.. Husaini, S.H.I




0 komentar:
Posting Komentar